Di tengah kekhawatiran penyebaran COVID-19, grup WhatsApp keluarga juga semakin memprihatinkan. Informasi yang simpang-siur bahkan tidak pasti tentang COVID-19 sangat banyak di WhatsApp. Untuk menangani informasi menyesatkan, WhatsApp yang sebelumnya telah meluncurkan layanan Info COVID-19 hub, sekarang melakukan kerjasama dengan World Health Oragnization (WHO) untuk membuat chatbot. Chatbot WHO memberikan akses ke informasi yang akurat dan tepat waktu tentang pandemi coronavirus untuk 2 miliar pengguna Whatsapp.

Seperti yang dijelaskan oleh WhatsApp:

“The new service, which is free to use, has been designed to answer questions from the public about Coronavirus, and to give prompt, reliable and official information 24 hours a day, worldwide. This will also serve government decision-makers by providing the latest numbers and situation reports.”

Mengingat banyaknya pengguna WhatsApp, hoax bisa menjadi masalah yang signifikan – WhatsApp sejauh ini merupakan aplikasi pesan terkemuka di Indonesia. Dengan demikian, kemampuan untuk mengakses informasi yang akurat melalui aplikasi sangat penting untuk membatasi penyebaran COVID-19.

Untuk menggunakan chatbot ini, pengguna WhatsApp dapat menyimpan nomor ( +41 79 893 1892) ke kontak telepon, lalu teks kata ‘Hai’ dalam pesan WhatsApp untuk memulai. Kemudian chatbot WHO ini akan merepons dengan delapan pilihan informasi:

Untuk menggunakan chatbot ini, pengguna WhatsApp dapat menyimpan nomor ( +41 79 893 1892) ke kontak telepon, lalu teks kata ‘Hai’ dalam pesan WhatsApp untuk memulai. Kemudian chatbot WHO ini akan merepons dengan delapan pilihan informasi:

  1. Angka teraktual mengenai kasus Covid-19 di dunia.
  2. Informasi mengenai cara melindungi diri dari Covid-19. 
  3. Pertanyaan yang paling banyak diajukan mengenai Covid-19.
  4. Mitos-mitos seputar Covid-19.
  5. Saran berpergian.
  6. Berita dan pers.
  7. Membagikan/menginformasikan chatbot ini kepada keluarga, teman, dan masyarakat.
  8. Donasi

Untuk merespon chatbot, pengguna hanya harus mengetikan angka atau simbol dari informasi yang diberikan.

Dengan layanan ini WHO dan whatsapp berharap dapat menghilangkan rumor dan informasi yang salah seputar wabah yang telah menyebar melalui aplikasi WhatsApp.

Saat ini layanan chatbot WHO hanya menggunakan bahasa Inggris. Dalam pengembangan selanjutnya, WhatsApp memastikan chatbot ini dapat digunakan dalam bahasa China, Arab, Spanyol dan Prancis. 

Semoga langkah yang diambil oleh WhatsApp dan WHO akan bekerja untuk membantu menekan hoax tentan COVID-19. Untuk memerangi hal yang sama, Kementrian KOMINFO Indonesia juga sudah meluncurkan chatbot informasi COVID-19-nya sendiri.

Buat chatbot
Untuk Lawan Pandemi Covid-19