Kehadiran pandemi baru ini mengejutkan dunia. Masyarakat seluruh dunia saat ini masih berusaha untuk beradaptasi dengan kondisi yang mengharuskan kita semua untuk selalu mengikuti protokol kesehatan. Sehingga munculnya pergeseran dan perubahan perilaku konsumen yang menyebabkan bisnis turut beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Lantas, perubahan apa saja yang terjadi setelah munculnya pandemi, terlebih pada saat kondisi yang dianggap ‘new normal’? Apakah perubahan serta pergeseran perilaku konsumen yang terjadi saat ini dapat menjadi hal yang berlangsung lama? Dibawah ini Vutura akan membahas mengenai perubahan perilaku konsumen di masa pandemi.

Bagaimana pandemi mempengaruhi perilaku konsumen

Kehadiran pandemi ini memunculkan perasaan-perasaan serta kebiasaan baru pada masyarakat. Mulai dari kebiasaan kecil pada kehidupan sehari-hari hingga kebiasaan yang mengubah gaya hidup. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh DAC Group mengenai perubahan kebiasaan masyarakat, Hampir 90% Gen Z telah mengubah rutinitas harian mereka, dibandingkan dengan generasi baby boomer yang hanya 75%. Selain itu, 44% dari Gen X yang mengindikasikan bahwa mereka membaca berita lebih sering untuk tetap mendapat informasi, diikuti oleh Gen Z pada 40%. Sepertiga dari Gen Y memeriksa media sosial lebih sering untuk mendapatkan informasi terbaru.

Selain itu, karena adanya pembatasan dalam berkegiatan, konsumen tentu saja mencari alternatif lain untuk tetap memenuhi keperluan serta keinginan hidup mereka. Maka dari itu, munculnya perubahan perilaku konsumen pada masa pandemi adalah sebagai bentuk adaptasi pada kondisi yang sedang dihadapi saat ini.

Perubahan perilaku konsumen di masa new normal

Nyatanya, terdapat banyak pergeseran serta perubahan perilaku konsumen yang terjadi setelah munculnya pandemi. Kali ini Vutura akan membagi penjelasan ini berdasarkan jenis kebiasaan yang dilakukan.

Dalam kegiatan sehari-hari

Penelitian yang dilakukan oleh Valassis mengenai pergeseran perilaku konsumen menemukan bahwa 57% konsumen lebih sering untuk berbelanja online, 51% konsumen meluangkan waktu lebih banyak pada media sosial dan 55% menghabiskan lebih banyak waktu untuk streaming platform TV dibandingkan sebelum adanya pandemi COVID-19.

statistik perilaku konsumen di masa pandemi

Saat ini konsumen memilih untuk berbelanja online sebagai pilihan yang paling aman guna menghindari kontak fisik, bahkan saat ini masyarakat mulai terbiasa untuk berbelanja kebutuhan pokok secara online. Bisa dilihat dari meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap layanan belanja bahan pokok online seperti Sayurbox, Happyfresh, dan juga munculnya layanan serupa untuk memenuhi kebutuhan konsumen di tengah kondisi pandemi hingga saat ini.

Kenaikan penggunaan media sosial pun dapat terlihat pada meningkatnya animo generasi Z dan milenial untuk membuat konten seperti vlog atau video singkat TikTok. Hal ini tentu saja dapat menjadi peluang bagi brand Anda untuk memanfaatkan tren ini untuk meningkatkan awareness dan engagement pada konsumen muda.

Aktivitas dengan minim kontak fisik

Dengan adanya beberapa protokol kesehatan yang perlu dilakukan untuk menghindari persebaran virus menyebabkan menurunnya ketertarikan konsumen untuk membeli tiket konser, tiket pesawat, serta kegiatan outdoor lainnya yang menyebabkan perkumpulan. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh IBM mengenai perilaku konsumen pada masa pandemi, 75% responden menunjukkan bahwa mereka tidak berminat untuk mengunjungi atau menghadiri kegiatan di luar rumah pada tahun 2020. Terkecuali bar dan restoran yang diprediksi aman dalam beberapa bulan ke depan.

perubahan perilaku konsumen di masa pandemi hingga new normal

Munculnya kebiasaan baru

Sektor bisnis dan pendidikan

Sejak adanya perintah untuk bekerja dan belajar di rumah, konsumen tentu saja membutuhkan teknologi dan perlengkapan yang dapat menunjang produktivitas mereka. Seperti tingginya permintaan atas provider internet yang sesuai dengan kebutuhan mereka atau pencarian atas aplikasi yang dapat mendukung kegiatan bisnis atau belajar-mengajar seperti Zoom dan Google Classroom.

Self-care

Tidak keluar rumah dalam jangka waktu yang cukup lama tentu saja dapat meningkatkan rasa stress dan juga rasa bosan. Seperti yang dilansir pada Think with Google bahwa selama pandemi hingga saat ini, meningkatnya kebutuhan akan alat olahraga yang dapat dilakukan dirumah seperti dumbell dan juga yoga mat

Selain itu, meningkatnya video-video tentang resep makanan yang juga berhasil meningkatkan animo masyarakat untuk mencoba memasak resep-resep yang belum pernah dicoba sebelumnya. Hal ini pula yang mempengaruhi meningkatnya bisnis lokal.

Apakah perubahan perilaku konsumen akan bersifat permanen?

Perubahan perilaku konsumen saat ini tentu saja terjadi karena adanya dorongan dari perubahan kondisi yang memaksa mereka untuk beradaptasi dengan kondisi tersebut. Namun, ada kemungkinan perilaku konsumen saat ini bertahan hingga jangka waktu yang cukup lama. Hal ini disebabkan karena konsumen pun membutuhkan waktu untuk melakukan penyesuaian kembali pada kebiasaan dan perilaku lama mereka. Konsumen tentu saat ini sudah terbiasa untuk berbelanja atau melakukan aktivitas dengan kontak fisik yang minim dan melakukan protokol kesehatan kapan dan dimana saja karena masih belum merasa aman sejak hadirnya pandemi ini.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Accenture mengenai pergeseran kebiasaan masyarakat saat pandemi, terdapat beberapa kebiasaan yang akan bertahan pada jangka waktu lama, yaitu:

Konsumen menjadi lebih aware dengan kesehatan

Tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi ini mendorong konsumen untuk lebih peduli dengan kesehatannya untuk meminimalisir tertularnya virus Corona. Orang-orang akan terbiasa untuk mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer pada saat keluar rumah. Selain itu masyarakat akan terbiasa untuk melakukan social distancing untuk mencegah persebaran virus apabila pandemi muncul kembali.

Lebih mendukung bisnis lokal

Meningkatnya berbagai bisnis rumahan nyatanya sesuai dengan jumlah demand konsumen. Ditambah dengan munculnya gerakan mendukung bisnis lokal yang dilangsungkan pada media sosial sebagai dukungan bagi pelaku bisnis yang membuka bisnis di tengah pandemi. Sehingga lebih banyak konsumen memilih untuk  membeli produk hasil produksi rumahan sebagai bentuk support pada bisnis lokal.  

Tentu banyak adaptasi yang perlu dilakukan oleh bisnis Anda untuk beradaptasi serta menyesuaikan perilaku konsumen saat ini, salah satunya adalah proses digitalisasi. Vutura tentu dapat menjadi solusi bagi bisnis Anda. Daftarkan bisnis Anda untuk mendapatkan layanan chatbot 24 jam dan teks respon instan untuk konsumen.

Buat Chatbot Bisnis Anda Dengan Vutura