Pesatnya perkembangan teknologi informasi saat ini tentu saja memengaruhi banyak hal, mulai dari kebiasaan masyarakat hingga munculnya berbagai bisnis berbasis digital untuk mempermudah masyarakat memenuhi kebutuhannya. Upaya proses digitalisasi di Indonesia ini nyatanya tidak semulus itu, bahkan memunculkan permasalahan baru yaitu kesenjangan digital.

Lantas, apakah upaya pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih maju dan mampu bersaing dengan warga negara lainnya dalam hal teknologi? Kali ini Vutura akan mengulas bagaimana keberhasilan pemerintah dalam melakukan upaya mengatasi kesenjangan digital di Indonesia.

Jurang Kesenjangan Digital Di Indonesia

Kesenjangan digital merupakan kondisi dimana terdapat adanya kesenjangan pada masyarakat mengenai pengetahuan dan juga kemampuan dalam mengakses segala bentuk teknologi informasi dan komunikasi.

Kesenjangan digital tetap menjadi persoalan meskipun pada negara maju dengan masyarakat yang mayoritas sudah paham penggunaan dan pemanfaatan teknologi. Pada negara dunia ketiga, khususnya Indonesia, kesenjangan digital pada masyarakat tentu dapat dirasakan. Banyaknya berita yang bermunculan mengenai wilayah Indonesia yang masih belum terpapar internet atau bagaimana warga daerah terpencil menyiasati pembelajaran jarak jauh dengan teknologi seadanya tentu dapat menjadi tamparan besar bagi Indonesia yang digadang-gadangkan siap menghadapi revolusi industri 4.0 dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.

Lalu, apa saja yang dapat menjadi penyebab kesenjangan digital di Indonesia?

Gambaran digital kesenjangan sosial
Source: Pexels.com

Infrastruktur yang belum merata dan terpusat pada kota besar

Berdasarkan data yang kami dapatkan berdasarkan hasil penelitian Badan Pusat Statistik pada tahun 2012-2018 menyatakan bahwa rata-rata penggunaan internet di Indonesia di wilayah perkotaan sebesar 72%, namun pada wilayah pedesaan hanya berkisar 40-48%. Lalu, kesenjangan digital di Indonesia dapat dilihat pada kemampuan rumah tangga dalam kepemilikan perangkat teknologi, terdapat data yang menunjukkan bahwa tidak lebih dari 20% rumah tangga di wilayah pedesaan yang memiliki komputer.

Selain itu, dikutip dari Republika, kecepatan unggahan di Jakarta sebesar 20 sampai 25 kali lebih cepat ketimbang di kota-kota Indonesia bagian timur, seperti Ambon dan Jayapura yang hanya memiliki kecepatan rata-rata 300 Kbps.

Kumpulan data diatas tentu saja sangat membuktikan bahwa terdapat jurang yang cukup dalam pada kesenjangan akses teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia. Perkembangan infrastruktur teknologi masih sangat terpusat di kota-kota besar. Hal ini tentu mempersulit penetrasi informasi digital kepada masyarakat Indonesia secara merata. Jangankan mengetahui informasi secara cepat dan merata seperti warga kota besar lainnya, nyatanya masih terdapat beberapa wilayah di Indonesia yang bahkan masih kesulitan untuk mendapatkan sinyal.

Literasi penggunaan internet yang masih belum memadai

Seperti yang dilansir pada Kemkominfo mengenai literasi penggunaan internet, memaparkan digital use gap antara laki-laki dan perempuan sebesar 21%. Artinya akses internet dan teknologi digital kepada perempuan masih terbatas. Selain itu, literasi digital di Indonesia masih terhitung rendah, hal ini dapat dibuktikan dengan peringkat literasi digital Indonesia berada di peringkat 56 dari 63 negara di dunia.

Upaya Yang Sudah Dilakukan Oleh Pemerintah

Tentu sudah banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk menangani permasalahan kesenjangan digital di Indonesia.

Berdasarkan jurnal penelitian Kemkominfo mengenai upaya dalam menangani kesenjangan digital di Indonesia pada tahun 2019 mengemukakan bahwa Kementerian Komunikasi dan Informasi Indonesia telah melakukan investasi infrastruktur guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan akses teknologi informasi dan komunikasi. 

Selain itu, pada tahun 2018 Kementerian Perindustrian dan Kementerian Komunikasi dan Informasi melansir program Making Indonesia 4.0 dengan tujuan meningkatkan potensi dan kemampuan sumber daya manusia. Alih-alih mengatasi kesenjangan digital di Indonesia dan memenuhi infrastruktur dan fasilitas yang dibutuhkan oleh masyarakat, program ini hanya berfokus pada perkembangan bisnis dan ekonomi digital.

Dorongan Digitalisasi Di Masa Pandemi

Pemerintah, masyarakat, hingga pelaku bisnis saat ini sangat bergantung dengan internet karena adanya keterbatasan aktivitas demi menekan laju persebaran virus COVID-19. 

Memenuhi kebutuhan pangan secara online hingga melakukan pembelajaran jarak jauh bagi masyarakat kota besar yang sudah terbiasa dengan teknologi tentu bukan menjadi perkara berat. Namun persoalan akan menjadi berbeda dengan masyarakat yang tinggal di wilayah yang tidak terpapar infrastruktur dan fasilitas yang memadai untuk menunjang kegiatan pembelajaran jarak jauh dan kegiatan daring lainnya yang semakin memunculkan penghalang dalam berkegiatan.

Upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah nyatanya masih belum cukup berhasil untuk memerdekakan Indonesia dari kesenjangan digital hingga hari ini. Infrastruktur dan juga pengetahuan masyarakat akan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi masih belum adil dan merata. Lantas, bagaimana seharusnya kita merayakan kemerdekaan Indonesia di tengah kesenjangan dan ketimpangan masyarakat akan akses informasi digital?

Logo Vutura

Permudah Bisnis Anda Dengan Chatbot