Ramadhan 2020 berubah secara signifikan karena COVID-19. Pandemik menghentikan kebiasan kita di bulan Ramadhan, tidak ada buka bersama, tidak ada mudik, dan tampaknya kita tidak akan dapat mengunjungi keluarga untuk Hari Raya Idul Fitri. COVID-19 sangat merugikan bisnis. Beberapa bisnis kecil harus berhenti sementara yang lain berusaha mati-matian untuk bertahan.

Padahal semua bisnis siap untuk mendapatkan keuntungan besar saat Ramadhan, tetapi sekarang kita harus beradaptasi dengan situasi tidak nyaman di tengah COVID-19. Bisnis offline harus mengambil langkah besar dan menyesuaikan model bisnisnya menjadi online. Mengkaji ulang Ramadhan marketing campaign mereka, beradaptasi dengan perilaku pelanggan baru, memilih platform yang tepat, dan memperbarui layanan. 

Vutura akan membantu Anda beradaptasi dengan Ramadhan 2020 di tengah COVID-19. Kami menganalisa tren dan menciptakan solusi yang cocok untuk sebagian besar bisnis. Yup, solusinya adalah chatbot Ramadhan. Strategi marketing chatbot akan disesuaikan dengan Ramadhan 2020 di tengah pandemi.

Marketing Insight Ramadhan 2020

Kita harus mulai dengan menyusun kembali strategi pemasaran dari prediksi Ramadhan 2020 terbaru. Saya pikir prediksi Ramadhan 2020 yang beredar masih valid tetapi beberapa hal berubah, seperti perilaku pelanggan, konteks, dan platform misalnya. 

Ramadhan 2020 tidak hanya waktu untuk meningkatkan ibadah dan refleksi diri tetapi masyarakat bisa lebih memahami tentang kebersamaan. Bisnis dan pelanggan harus bisa menanen kebaikan Ramadhan tahun ini. Mari kita lihat solusi untuk Ramadhan 2020 dengan chatbot.

Ramadhan berkah

Bulan suci Ramadhan adalah waktu bagi umat Islam Indonesia dan seluruh dunia untuk memenuhi kebutuhan spiritual mereka dan melakukan refleksi diri. Lebih banyak orang akan memberi, lebih banyak orang akan merayakan momen spiritual mereka dengan kerabat terdekat, dan lebih banyak transaksi di berbagai industri seperti FMCG.

Data strategi marketing 2020 https://www.kantarworldpanel.com/id/News/asia-consumer-insights-Q2-2019. Dapat digunakan untuk Chatbot Ramadhan 2020

Pada 2019, menurut Kantar, pertumbuhan industri FMCG di Indonesia mencapai 13%. Memasak di rumah tahun ini kemungkinan besar akan lebih tinggi dari tahun lalu karena adanya karantina. Parsel Ramadhan juga kemungkinan mendapat lebih banyak permintaan tahun ini. Tunjangan hari raya keagamaan atau bonus THR (gaji 13) juga menstimulasi pembelian konsumen di semua sektor. Dengan insight itu, bulan Ramadhan seharusnya menjadi berkah bagi para penjual. 

Selama beberapa tahun terakhir, traffic belanja online memuncak pada minggu ke-3 Ramadhan. Karena adanya pandemi COVID-19 konsumen beralih lebih banyak melakukan belanja online akan ada traffic belanja online yang lebih tinggi tahun ini. Perusahaan-perusahaan eCommerce besar seperti Bukalapak dan Blibli dengan cepat memperbanyak stok barang mereka untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat. 

Seiring naiknya permintaan secara digital, perusahaan sekarang menghadapi jumlah yang tinggi dan pasar yang sangat kompetitif. Ya, menjadi online sekarang adalah pilihan terbaik dan akan menjadi katalisator dalam kemajuan sektor bisnis. Namun, perusahaan yang setengah siap akan ditelan oleh arus pasar. Mengambil langkah berani dan berorientasi pelanggan akan membuka jalan Anda dalam kompetisi market.

Adaptasi dengan Customer Behavior saat COVID-19 dan Ramadhan 2020

Sebagian besar retail dan bisnis mengharapkan penjualan dua kali lipat atau lebih selama bulan suci Ramadhan dibandingkan dengan bulan-bulan normal. Statista memperkirakan pendapatan eCommerce akan mencapai USD 26,9 miliar tahun ini, lebih besar dari tahun lalu yang mencapai USD 18,76 miliar. Meski begitu, estimasi akan berbeda karena dampak COVID-19 pada Indonesia tahun ini.

Data strategi marketing 2020 tentang peningkata jualan online

Pada bulan Maret pemerintah Indonesia memberlakukan PSBB atau “pembatasan sosial berskala besar” untuk beberapa kota dan provinsi. PSBB memberlakukan penutupan layanan yang dianggap tidak urgen, membatasi semua jenis perkumpulan termasuk untuk pertemuan keagamaan, dan semua jenis gerak masyarakat. Pembatasan sepertinya akan masih diberlakukan sampai Idul Fitri.

Perubahan signifikan dalam perilaku konsumen akan berbeda dari prediksi tahun lalu. Faktor utama dari perubahan tersebut adalah; pembatasan gerak yang menjadi faktor peningkatan belanja online, bonus THR akan merangsang lebih banyak pengeluaran, dan perubahan gaya hidup seperti lebih banyak orang akan memasak di rumah yang dengan cepat meningkatkan permintaan bahan dapur. Pada artikel ini, kita akan membahas lebih banyak tentang aspek-aspek ini dan bagaimana mengoptimalkannya dengan chatbot Ramadhan.

Pembatasan gerak oleh pemerintah mungkin merupakan momentum kuat yang mematahkan kebiasaan pembelian masyarakat kita. Kebiasaan e-commerce tumbuh pesat bahkan sebelum COVID-19 ada tetapi tidak memaksa bagi semua orang. Sekarang, COVID-19 mengkatalisasi penetrasi ke segmen baru, seperti baby-boomer yang sebelumnya tidak berbelanja online. Kebiasaan itu tampaknya tidak dapat diubah karena orang terbiasa berbelanja online dan itu akan menjadi norma baru bagi mereka.

Perubahan signifikan lainnya adalah ekspektasi pelanggan. Ambil contoh ketika pembatalan perjalanan terjadi dalam skala besar, pelanggan mengharapkan proses pembatalan yang super mudah. Perusahaan seperti Traveloka menganjurkan pelanggan mereka untuk menggunakan opsi pembatalan self-service. Kegiatan seperti membayar zakat dan melakukan amal juga mendapat ekspektasi ‘mudah’ yang sama, karena ditengah pandemi lebih sulit bagi mereka untuk keluar. Itulah sebabnya lembaga zakat resmi seperti BAZNAS berfokus pada pembayaran zakat online menggunakan chatbot

Snapcart mengumpulkan data untuk melihat bahwa konsumen telah menggeser pengeluaran mereka fokus ke produk primer. Pasokan makanan, pengiriman makanan, obat-obatan, dan produk-produk kesehatan meningkat pada awal pandemi. Sementara industri seperti perjalanan & transportasi, hiburan, layanan makanan luar ruangan, kecantikan, dan fashion mengalami kerugian besar.

Dengan kombinasi ekspektasi pelanggan dan permintaan yang lebih tinggi untuk produk-produk tertentu, pasar menghadapi tantangan besar. Perusahaan besar seperti Bukalapak mungkin solusi yang baik untuk bekerja sama karena mereka membutuhkan stok lebih tinggi atau memiliki aplikasi Anda sendiri juga bisa menjadi solusi. Tetapi usaha mikro tertentu seperti pedagang di pasar tradisional dengan basis pelanggan yang tidak begitu terbiasa menggunakan teknologi untuk berbelanja akan mengalami kesulitan. Bahkan bisnis fashion di Indonesia seperti Anggia Handmade mengalami penurunan penjualan 20-30% lebih rendah tahun ini. Meskipun industri Anda mengalami peningkatan permintaan atau penurunan, tanpa keputusan yang tepat Anda akan kehilangan momentum Ramadhan.

Layanan Chatbot Ramadhan

Bekerjasama dengan eCommerce besar adalah pilihan terbaik untuk mendapatkan basis pelanggan baru, tetapi lebih sulit untuk mempertahankan pelanggan setia Anda. Anggiasari Mawardi, pemilik Anggia Handmade, memilih untuk meluncurkan platform e-commerce sendiri untuk meraih pengecer. Membuat aplikasi baru bukanlah solusi universal karena memerlukan biaya yang besar, membutuhkan bantuan ahli, memiliki desain UX dan UI yang baik, juga membutuhkan waktu lebih lama. Kami percaya chatbot adalah solusi untuk masalah ini.

Chatbot memungkinkan Anda untuk memberikan customer experience yang lebih baik. Dengan biaya lebih murah dibandingkan membuat aplikasi, chatbot dapat mereplikasi belanja online di platform obrolan apa pun atau mendukung pelanggan Anda melalui chat. Berbelanja melalui chat juga lebih mudah untuk pelanggan yang kurang terbiasa dengan online shopping, karena chatting lebih akrab dibandingkan dengan berselancar di aplikasi dengan UX dan UI yang buruk. Asisten virtual akan sangat membantu bagi bisnis yang bekerja dengan tim yang kecil atau perusahaan besar yang menghadapi jumlah pelanggan besar namun kekurangan admin.

Keuntungan menggunakan chatbot untuk bulan Ramadhan adalah Anda dapat menyesuaikannya agar selaras dengan Ramadhan. Setiap kampanye Ramadhan seperti diskon, mengirimkan permintaan Ramadhan, lebih banyak engagement dengan membuat kuis, semua itu bisa dilakukan dengan chatbot. 

Zavira, asisten virtual BAZNAS, adalah contoh yang baik dalam menggabungkan chatbot dan campaign Ramadhan. Biasanya, Zavira membantu pengguna untuk membayar zakat mereka, tetapi khusus pada bulan suci Ramadhan ia memberikan layanan lain seperti menyediakan jadwal imsakiyah atau doa berbuka puasa.

Sekarang, kita semua dapat bertahan di arus persaingan pasar yang besar, memberikan layanan terbaik, juga pemasaran unik dengan chatbot. Kami tahu setiap bisnis walaupun Anda sedang menghadapi penurunan, chatbot dapat membantu bisnis Anda untuk meraih dan mendapatkan keuntungan sebanyak mungkin di Ramadhan 2020. Mari kita lihat bagaimana cara membuat chatbot untuk bisnis Anda.

Buat Chatbot Ramadhan Anda

Sebelum kita mulai, chatbot tidak lagi membutuhkan keterampilan pemrograman atau dompet tebal untuk membayar seorang pengembang chatbot. Anda dapat membuat chatbot Anda sendiri. Kami akan membuat chatbot Ramadhan sederhana yang akan 

a) menyapa dengan salam khusus Ramadhan 

b) memberikan diskon Ramadhan

Langkah 1: Buka Vutura.io

Jika Anda baru, Anda harus mendaftarkan akun Anda terlebih dahulu. Anda akan mendapat Free trial

[Button: Buat Akun GRATIS]

Setelah terdaftar, Anda akan berada di dashboard chatbot builder. Klik tombol tambah chatbot, pilih nama untuk chatbot Anda, dan klik buat.

Langkah 2: Ubah Pesan

Mari kita tambahkan beberapa pesan. Buka menu ketiga di bar sebelah kiri.

Pesan secara default adalah “Halo, selamat datang di {{business_name}}” 

Anda bisa dengan bebas mengubah pesan agar sesuai dengan Kampanye Ramadhan yang sesuai. Saya akan merubahnya dengan dengan:

“Marhaban ya Ramadhan semuanya. Selamat menunaikan ibadah puasa buat kamu yang berpuasa. Sekarang lagi #dirumahaja terus kan? Biar gak bosen, aku ada diskon lebih buat kamu.” 

Sepertinya lumayan bagus. Sapaannya sangat bernuansa Ramadhan, orang akan merasa lebih relateable. Jangan lupa untuk menekan tombol “Simpan” di kanan atas untuk menyimpan. Sebelum kita menambahkan button, mari kita buat pesan diskon Ramadhan.

Langkah 3: Tambahkan Path Diskon Ramadhan

Klik tombol “+Path” untuk menambahkan path baru. Masukan nama path, saya akan memasukan namanya “Ramadan Discounts”.

Sekarang, pada bagian kanan adalah komponen yang kami gunakan untuk mengatur pesan, silakan menambahkan gambar atau membuatnya lebih menarik dengan carousel (tampilan lebih baik di platform chat LINE). Namun, mari tambahkan teks terlebih dahulu dengan mengeklik tombol ‘Text’.

Aplikasikan kreativitas Anda dan sesuaikan sebebasnya. Saya akan mengisi dengan beberapa diskon dan menggunakan gambar juga di sana. Mudah kan. Mari kita kembali ke Greetings untuk menambahkan Button.

Langkah 4: Menambahkan button

Pertama-tama klik ‘Add Button’. Tidak bisa diklik? Tombolnya berwarna abu-abu? Sepertinya Anda lupa untuk menekan ikon pensil untuk mengedit.

Berikan judul, seperti “Ramadan Discounts” dan ubah tipenya menjadi ‘path’ lalu pilih path pada ‘Path Name’. Selesai! Yang harus Anda lakukan sekarang adalah mengintegrasikannya ke platform obrolan apa pun yang Anda inginkan. Saya memilih LINE karena antarmuka yang bagus. Baca di sini untuk panduan untuk mengintegrasikan chatbot Anda.

Ini hasil chatbot yang kami buat! Mudah kan? Butuh waktu kurang dari 5 menit untuk membuat chatbot sederhana, dan 10 menit untuk mengintegrasikannya ke LINE.

Penutup

Tahun 2020 akan sulit bagi kita semua. Kami akan terus menghadapi tantangan. Ramadhan 2020 akan sulit dikalahkan. Namun, kami akan membantu Anda dengan keputusan yang benar seperti menggunakan strategi chatbot Ramadhan. Chatbot akan membantu Anda terhubung dengan konsumen Anda terutama selama bulan Ramadhan ini. Ramadhan Kareem!