Untuk membangun rasa percaya konsumen Anda terhadap layanan chatbot yang Anda miliki, Anda dapat membangun personality pada chatbot Anda. Hal ini tentu saja dapat disesuaikan dengan brand image yang telah Anda miliki. Dengan membangun dan menggunakan chatbot personality, tentu saja Anda dapat meningkatkan customer experience, Anda juga dapat memperkuat branding bisnis Anda dengan chatbot. 

Berikut ini Vutura akan membahas secara mendalam mengenai chatbot personality yang dapat Anda aplikasikan pada chatbot bisnis Anda.

Pentingkah membangun chatbot personality?

Nyatanya, banyak keuntungan yang didapatkan jika Anda membangun chatbot personality. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Norwegian University of Science and Technology, chatbot dengan kepribadian yang terdefinisi dengan baik dapat lebih menonjol dalam hal penggunaan, stimulasi pengguna, serta ketertarikan pengguna dibandingkan dengan chatbot yang bersifat kaku dan terkesan seperti robot. 

Berikut ini adalah alasan lainnya jika Anda membangun chatbot personality pada chatbot yang sudah Anda miliki

Meningkatkan customer experience

Chatbot dengan personality dapat lebih meninggalkan kesan dan juga mudah diingat oleh konsumen Anda. Hal tersebut dapat membuat chatbot Anda seakan bagian dari perpanjangan dari tim Anda. Selain itu, chatbot pun dapat membantu mengurangi beban kerja tenaga layanan konsumen perusahaan Anda.

Mempermudah penulisan skrip chatbot

Dalam membuat flow percakapan chatbot, tentu akan terasa lebih mudah apabila latar belakang dan personality chatbot sudah dibentuk. Namun Anda juga tidak perlu menggali terlalu dalam mengenai chatbot personality yang akan dibentuk, yang terpenting adalah bagaimana teks percakapan yang disuguhkan oleh chatbot Anda dapat menunjukkan personality yang dimiliki.

Memperkuat branding yang sudah dimiliki

Tanpa adanya chatbot personality, chatbot yang Anda miliki akan terdengar seperti robot dan membosankan. Dengan membangun chatbot personality yang sesuai dengan branding yang sudah Anda bangun dapat meningkatkan empati konsumen dan mencerminkan bantuan bersifat personal yang mereka terima dari tim Anda.

Terlebih jika bisnis yang Anda miliki adalah bisnis online atau tipe bisnis yang jarang sekali berinteraksi dengan konsumen secara tatap muka, membangun chatbot personality yang disesuaikan dengan branding yang Anda miliki ini dapat membantu memperkuat branding dan juga membuat brand Anda berkesan dan mudah diingat oleh konsumen Anda. 

Persona dan personality, serupa namun tak sama

Persona adalah hal-hal yang dapat menggambarkan peran sosial seseorang, sedangkan personality (kepribadian) dapat dianggap sebagai kombinasi unik dari penggerak emosional dan perilaku intrinsik yang terlihat dalam cara kita bertindak dalam konteks yang berbeda. Contohnya adalah, kepribadian dapat ditentukan dalam hal seperti pekerjaan, hobi, minat, tujuan, dan keinginan seseorang. Sementara personality mencakup bagaimana cara berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya.

Dalam membangun kepribadian pada chatbot yang sudah Anda miliki, terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika mendesain dan membangun karakter yang akan berinteraksi dengan pengguna. Yaitu:

  1. Persona apa yang akan dimiliki oleh chatbot Anda?
  2. Kepribadian apa yang akan ditunjukkan oleh percakapan chatbot Anda?
  3. Avatar atau identitas visual seperti apa yang harus ditampilkan?

Bagaimana cara membangun chatbot yang sesuai dengan brand Anda?

Berikut ini Vutura akan berbagi langkah-langkah yang bisa Anda lakukan untuk menentukan chatbot personality Anda berdasarkan bisnis yang Anda miliki.

Langkah Pertama: Tentukan personality yang Anda inginkan

Terdapat dua cara yang dapat Anda lakukan untuk mempermudah proses Anda dalam menentukan chatbot personality yang sesuai dengan branding yang sudah dimiliki.

Jungian Archetypes

Jungian Archetypes memudahkan Anda untuk menentukan gambaran citra yang ingin Anda tampilkan agar lebih selaras dengan jenis konsumen yang ingin Anda dapatkan. Selain itu, Jungian Archetype dapat membantu Anda dalam menemukan strengths, weaknesses, interests, dislikes and abilities produk Anda. Setelah Anda menemukan chatbot personality Anda dan bagaimana cara chatbot tersebut merespon berbagai pertanyaan dan permintaan, akan jauh lebih mudah untuk menentukan skrip chatbot yang akan dibuat.

Five Factor Model (FFM)

Seperti yang dilansir pada Verywell Mind, terdapat lima kepribadian dalam Five Factor Model, yaitu openness (keterbukaan akan berbagai macam ide), conscientiousness (mindful dan terorganisasi), extraversion (asertif dan ekspresif), agreeableness (kepedulian dan rasa percaya), and neuroticism (rasa tidak yakin). FFM dapat mempermudah Anda untuk mendesain chatbot. Anda perlu untuk memahami bagaimana personality yang ingin ditonjolkan pada chatbot Anda dalam masing-masing dari lima faktor yang diuraikan dalam FFM, karena ini akan menentukan bagaimana chatbot Anda akan bereaksi dalam berbagai macam pertanyaan.

Dibawah ini merupakan contoh bagaimana chatbot personality dalam FFM merespon sebuah pertanyaan

Menentukan chatbot personality dengan Five Model
Contoh penggunaan Five Factor Model Personality pada percakapan chatbot

Langkah Kedua: Tentukan persona yang akan Anda tampilkan pada chatbot Anda

Dalam menentukan persona chatbot seperti apa yang ingin ditampilkan, Anda perlu untuk mempertimbangkan pelanggan dengan latar belakang seperti apa yang akan melakukan interaksi dengan chatbot Anda, bagaimana Anda ingin menonjolkan brand Anda pada chatbot, serta tujuan Anda menggunakan chatbot dalam bisnis. Hal ini akan membantu Anda untuk menemukan persona seperti apa yang ingin Anda gunakan pada chatbot Anda. 

Persona yang telah Anda bangun dapat membantu Anda untuk meningkatkan rasa percaya khalayak terhadap bisnis Anda. Karena dengan hadirnya persona pada chatbot mampu meningkatkan branding yang telah Anda bangun. 

Contoh persona pada chatbot adalah chatbot yang dimiliki oleh Baznas. Dengan adanya tokoh karakter wanita muslimah bernama Zavira dan juga teks chatbot yang santun dan bernuansa islami, mampu meningkatkan rasa percaya konsumen dan juga customer experience saat melakukan percakapan maupun melakukan transaksi zakat dengan chatbot Zavira.

Terakhir: Hubungkan personality yang telah Anda buat dengan chatbot Anda

Setelah Anda membuat persona dan personality untuk chatbot Anda, kini saatnya Anda menghubungkan personality tersebut dengan chatbot yang telah Anda miliki. Gunakan bahasa dan juga frasa yang sesuai dengan personality yang telah Anda bangun, namun jangan lupa untuk pertimbangkan juga bahasa yang sesuai dengan target marketing yang ingin Anda tuju.

Dengan menentukan sendiri chatbot personality yang Anda inginkan, Anda akan dapat lebih mudah untuk menentukan bagaimana welcoming text pada chatbot Anda. Apakah welcoming text pada chatbot Anda berkesan hangat dan ramah atau singkat dan praktis? Selain itu, dengan membangun chatbot personality juga Anda dapat menentukan isi percakapan atau skrip untuk error message ataupun respon teks lainnya.

Membangun chatbot personality nyatanya tidak sesulit yang Anda bayangkan. Anda sendiri tentu saja dapat melakukan hal ini pada chatbot yang sudah Anda miliki. Apalagi jika Anda menggunakan jasa chatbot Vutura yang dapat membantu Anda untuk membangun chatbot yang sesuai dengan brand yang Anda miliki. Daftar sekarang dan nikmati berbagai keuntungan yang Anda miliki dengan chatbot Vutura.

Bangun Chatbot Anda Sesuai Personality Yang Diinginkan Dengan Vutura