Merebaknya wabah yang disebabkan oleh COVID-19 ini menyebabkan terhambatnya kegiatan ekonomi dan pendidikan, serta memunculkan kepanikan berlebihan terhadap masyarakat akan tertularnya virus corona yang sampai hari ini masih memakan korban. Seluruh dunia tengah berusaha semaksimal mungkin untuk meminimalisir jumlah pasien yang tertular oleh virus corona. Tentu sudah banyak tenaga dan juga upaya yang dilakukan oleh negara di seluruh belahan bumi untuk menghentikan persebaran virus corona.

Apa Saja Yang Sudah Dilakukan Negara Lain Dalam Mengantisipasi COVID-19?

Tentu sudah banyak usaha dan juga upaya yang telah dilakukan oleh berbagai negara dalam mengatasi dampak dari pandemi ini. Mulai dari upaya social distancing, membuat himbauan kepada masyarakat untuk selalu mencuci tangan dan menjaga kebersihan, hingga membuat chatbot dengan harapan mampu meredakan jumlah warga negara yang terjangkit virus corona. 

Berbagai negara tentu saja sudah mengerahkan usahanya dari sektor manapun, salah satunya adalah pemanfaatan teknologi. Di era yang serba digital ini, memanfaatkan teknologi merupakan salah satu cara yang tepat untuk mengurangi rasa panik dan juga jumlah yang terjangkit COVID-19. Lalu, apa saja yang sudah dilakukan untuk mengantisipasi COVID-19?

China

Pada Desember 2019, pneumonia yang dikaitkan sebagai virus corona (COVID-19) muncul di Wuhan, Cina. Wuhan merupakan kota dengan lebih dari 11 juta penduduk yang terhubung ke kota-kota lain di Cina melalui kereta api berkecepatan tinggi dan juga penerbangan komersil. Ledakan angka korban yang terjangkit virus tersebut tidak hanya mengagetkan Wuhan dan juga Cina, namun seluruh dunia. 

Seperti yang dilansir oleh Shine, beberapa rumah sakit yang berada di Wuhan, Beijing, dan juga Shanghai menggunakan robot untuk membantu para dokter dan perawat untuk melakukan penyelidikan awal, diagnosis, perawatan bangsal, desinfeksi, pembersihan, dan tugas-tugas lainnya. Hal ini dilakukan untuk memudahkan petugas kesehatan untuk melakukan pemeriksaan dan juga menekan risiko pada petugas perawatan kesehatan terjangkit virus tersebut. Robot ini telah diuji di beberapa rumah sakit, menggunakan 5G dan cloud computing. Kehadiran robot ini tentu saja dapat meringankan beberapa tugas perawat dan petugas desinfeksi.

India

Lain halnya dengan India, Pemerintah India saat ini meluncurkan chatbot di WhatsApp untuk menjawab pertanyaan pengguna dan memadamkan rumor tentang pandemi yang disebabkan oleh COVID-19. Chatbot WhatsApp yang diberi nama MyGov Corona Helpdesk ini dilengkapi untuk mengatasi berbagai informasi dan juga fitur tanya jawab mengenai coronavirus, seperti gejala penyakit, tindakan pencegahan terhadap penularan virus, nomor telepon bantuan, kasus yang terkena dampak di wilayah tersebut.

Selain itu, chatbot ini pun dapat membantu pemerintah untuk menghentikan berita palsu atau hoax yang memunculkan kepanikan masyarakat. Karena seperti yang kita tahu bahwa hampir seluruh masyarakat dunia panik sejak munculnya pemberitaan mengenai COVID-19 ini. Chatbot ini pun didukung oleh data yang terverifikasi dari Kementerian Kesehatan, dan selalu diperbarui secara real-time.

Singapura

Hal yang sama juga tengah dilakukan oleh pemerintah Singapura, Menteri perdagangan dan industri, Chan Chun Sing seperti yang dilansir pada halaman Facebook miliknya menyatakan bahwa bahwa chatbot yang dibuat oleh kementeriannya dan Badan Teknologi Pemerintah Singapura, akan memberikan informasi kepada perusahaan tepat waktu saat situasi virus berkembang.

“Saya berharap chatbot ini akan bermanfaat bagi kita semua, dan saya juga berterima kasih kepada mereka atas dukungan dan kemitraan yang kuat selama periode ini. Saya yakin bahwa bersama-sama, kita akan dapat muncul lebih kuat dari sebelumnya,” ujarnya.

WHO

Dalam upaya untuk membantu pengguna menemukan informasi virus korona yang akurat, World Health Organization (WHO) yang bekerjasama dengan WhatsApp telah meluncurkan chatbot yang akan menjawab berbagai pertanyaan yang terkait dengan virus corona. WHO berharap masyarakat bisa mengakses WHO Health Alert untuk mendapatkan informasi seputar COVID-19.

Ini merupakan satu dari sejumlah langkah yang telah diambil oleh WHO dan juga WhatsApp untuk membagikan beragam informasi yang tentu saja valid dan dapat dipercaya tentang COVID-19. Penyakit yang disebabkan oleh virus corona, yang hingga hari ini telah menginfeksi lebih dari 265.000 orang dan membunuh lebih dari 11.000 di seluruh dunia.

Apa Saja Yang Bisa Dilakukan Oleh Chatbot Selama Pandemi Corona Berlangsung?

Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa sudah dijelaskan diatas bahwa beberapa negara memilih untuk menggunakan chatbot sebagai media yang menjadi jembatan antara pemerintah dengan masyarakat untuk menekan laju perkembangan orang yang beresiko terjangkit oleh virus corona. Nyatanya, WHO pun turut menggunakan chatbot sebagai media untuk membantu menginformasikan kepada masyarakat tentang COVID-19. Lantas, apa saja yang bisa dilakukan oleh chatbot untuk membantu mengatasi pandemi corona?

Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh chatbot dalam membantu pemerintah menangani virus corona. Diantaranya yaitu:

Mencegah Menyebarnya Informasi Palsu atau Hoax 

Di tengah situasi yang seperti ini, selalu saja ada oknum yang memanfaatkan keadaan untuk membagikan berita dan juga informasi palsu mengenai virus corona. Sayangnya, informasi yang salah tersebar luas merupakan masalah dalam situasi seperti ini. Dengan chatbot yang dibuat oleh WHO dan juga pemerintah tentu dapat membagikan detail dari sumber yang resmi dan juga terpercaya untuk membantu mengatasi masalah ini. Mereka dapat menghilangkan rumor, berbagi fakta, dan membuat orang tahu persis bagaimana melindungi diri mereka sendiri dan membantu menghentikan penyebaran.

Membantu Masyarakat Mendapatkan Info Valid Mengenai COVID-19

Di Tengah kondisi yang menyulitkan masyarakat untuk keluar rumah dapat menghambat persebaran berita dan juga informasi mengenai wabah corona ini. Informasi mengenai pencegahan dan juga berita terkini mengenai perkembangan COVID-19 tentu dibutuhkan oleh seluruh masyarakat. Dengan adanya chatbot, masyarakat tentu saja akan dengan mudah mengakses informasi tersebut dan juga terhindar dari informasi palsu yang menyesatkan.

Memberikan Donasi Dengan Lembaga Terpercaya

Tentu kita seringkali mendengar berita mengenai kurangnya fasilitas untuk para tenaga kesehatan dalam menghadapi lonjakan pasien yang telah terinfeksi oleh virus corona, atau juga berita mengenai pasien yang sudah terinfeksi namun tidak memiliki biaya kesehatan. Chatbot tentu saja dapat membantu memberikan situs dan juga nama nama lembaga terpercaya untuk mempermudah penggunanya untuk melakukan donasi.

Paparan virus corona nyatanya mampu menyebar secara cepat dan juga dapat merenggut nyawa seseorang. Meskipun banyak upaya yang sudah dilakukan untuk menghadapi wabah yang disebabkan oleh virus corona, kita sebagai individu juga tentu perlu untuk melakukan tindakan yang dapat menjaga kesehatan dan juga mencegah persebaran COVID-19. Hal yang bisa dilakukan adalah dengan menghindari berkegiatan di luar rumah, menjaga kebersihan dengan mencuci tangan dengan sabun. Selain itu, Anda juga dapat menghubungi chatbot yang telah dibuat oleh WHO untuk melakukan pemeriksaan dini dan juga membantu memberikan donasi untuk membantu para tenaga medis dan juga negara yang membutuhkan.