COVID-19 membuat semua orang harus menjaga jarak hingga melakukan karantina. Sekarang banyak bisnis yang terdorong menggunakan chatbot sebagai solusi komunikasi dengan pelanggannya.

COVID-19 terus menerus mengaggu pekerjaan bahkan rencana perjalanan, ledakan pembatalan keberangkatan yang belum pernah terjadi harus dihadapi tim customer service. PT Angkasa Pura I (Persero) mencatat pada awal Maret 2020 terjadi sebanyak 12.703 pembatalan penerbangan di 15 bandara kelolaannya akibat terdampak virus corona. Bahkan, jumlah pelanggan yang menghubungi Traveloka terlalu banyak dan dianjurkan untuk melakukan pembatalan/refund melalui aplikasi.

Jumlah orang yang menghubungi call center dalam satu sangat banyak dalam waktu singkat membuat banyak perusahaan sadar bahwa mereka kekurangan tenaga. Bahkan Google sempat memperingatkan pelanggannya karena harus menunggu lebih lama pada saat menghubungi customer support.

Perubahan Customer Behaviour

Dengan adanya peraturan yang mewajibkan untuk tinggal di rumah menjadikan perilaku konsumen berubah drastis. Pusat perbelanjaan besar di Jakarta juga terpaksa ditutup. Kegiatan jual beli secara fisik sudah sangat menurun drastis dan bergeser ke digital. Dimana banyak konsumen yang biasanya pergi ke pasar untuk belanja sayuran sekarang memilih menggunakan aplikasi belanja. Bahkan kegiatan belanja setiap pagi di pasar menjadi sangat rendah dan jarang karena kebanyakan konsumen membeli dengan rentang waktu yang lebih lama namun membeli dalam jumlah yang banyak.

Perusahaan harus beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen ini, salah satunya dengan mengadopsi chatbot. Dengan mengadopsi chatbot, bisnis akan mempunyai kesempatan untuk scale up atau meningkatkan penjualannya di tengah pandemi ini. Dengan menggunakan chatbot, bisnis yang dulunya bersifat konvensional akan bergeser menjadi lebih digital, mudah diadaptasi oleh bisnis, dan tidak asing bagi konsumen.

Peningkatan Jumlah konsumen

Mungkin banyak perusahaan yang menganggap mereka akan bisa menangani pesan secara manual atau hanya menggunakan agen manusianya. Padahal tanpa disadari jumlah agen yang sama sekarang akan menghadapi jumlah pesan yang jauh lebih besar. Pelanggan yang tidak dapat datang langsung untuk membeli produk bisnis Anda misalnya, akan memilih untuk bertanya secara mendalam dengan menghubungi secara online. Jumlah pertanyaan akan meningkat dan apabila tidak dapat menangani semua dengan cepat dan kualitas yang baik mungkin saja Anda akan kehilangan konsumen.

Alasan memilih chatbot untuk bisnis saat COVID-19 adalah Increasing Customer manage with chatbot

Untuk menghindari kehilangan konsumen ditengah peningkatan demand, mengadopsi chatbot akan jadi pilihan tepat. Tidak masalah jika hanya memiliki 2 agen CS, karena satu Chatbot dari Vutura sudah cukup untuk membantu mereka menghadapi serbuan banyak konsumen baru. Jangan lupa, fitur Handover yang bisa membuat agen manusia mengambil alih percakapan. Sekarang dengan gabungan kedua agen manusia dan asisten virtual bisnis Anda tidak akan kehilangan pelanggan.

Cocok untuk Millenial

Jika millenial adalah target konsumen Anda atau pernah terpikir untuk menjadikannya target, maka menggunakan chatbot adalah pilihan yang sangat tepat. Millenial adalah generasi yang sangat cepat beradaptasi dengan kondisi sekarang, apalagi mereka yang bisa work from home. Fakta menarik, millenial lebih memilih melakukan chat daripada panggilan telepon. Jadi, menggunakan chatbot untuk customer service akan menjadi investasi yang menguntungkan bagi Anda.

Lebih mudah untuk pengguna baru

Peningkatan jumlah konsumen saat pandemi tentu saja karena konsumen yang baru mencoba belanja online bertambah. Bayangkan orang tua yang sebelumnya belum pernah belanja online harus membuka aplikasi yang banyak tombol dan kata-kata hanya untuk membeli telur. Menggunakan chatbot akan sangat membantu mereka beradaptasi, karena paling tidak mereka terbiasa untuk menggunakan aplikasi perpesanan di handphone.

Biaya perawatan rendah

Chatbot yang kamu gunakan pada saat pandemi seperti sekarang akan jauh lebih hemat dan lebih baik daripada menambah karyawan untuk setiap kelipatan konsumen. Karena beban dari setiap karyawan Anda akan tetap sama dan sulit untuk mereka menaikan kualitas pelayanan. Memaksakan pegawai untuk bekerja maksimal saat pandemi juga terdengar kurang etis.

Dengan chatbot, Anda dapat membantu pegawai untuk bekerja dengan lebih baik tanpa mengeluarkan tenaga lebih. Jangan lupa, biarkan chatbot yang bekerja keras, karena mereka tidak akan kelelahan atau sakit. Bahkan menurut Chatbots Magazine, menerapkan agen virtual dapat membantu bisnis menghemat hingga 30%. Berhemat saat pandemi itu baik.

Bisnis Lancar Selama Ramadan Meski Ditengah Pandemi?